RANAI (HK) - Selain ketersediaan alat transportasi laut yang memadai, keberadaan dermaga yang bisa di sandari kapal besar menjadi harapan utama masyarakat di Kecamatan Subi.
Pasalnya akibat belum adanya pelabuhan kapal perintis, warga harus menggunakan perahu kayu menuju kapal besar.
"Selama ini, kapal perintis masih sandar di tengah laut, selanjutnya bagi masyarakat yang akan naik turun kapal dibantu dengan perahu kayu milik nelayan," ujar Camat Subi, Erliansyah belum lama ini.
Dikatakan Erliansyah, kondisi tidak adanya pelabuhan perintis di Subi membuat pelayanan penyeberangan baik penumpang maupun barang tidak bisa lancar dan aman. Sebab ketika harus naik turun penumpang di atas laut begitu juga dengan bongkar muat barang, akan sangat beresiko bagi keselamatan penumpang maupun barang.
Pelabuhan yang ada di Subi saat ini hanya bisa disandari kapal kayu berukuran 30 GT, lebih dari itu kapal tidak bisa sandar. (leh)
Sumber : haluankepri.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar